Jaringan komputer
A.
Pengertian
dan Istilah Dalam jaringan
Jaringan
komputer adalah menghubungkan dua komputer atau lebih, sehingga antara satu komputer
dengan yang lain dapat saling bertukar resource seperti sharing file, printer,
dan lain-lain. Dengan menggunakan protocol yang sama, dalam hal ini TCP/IP.
a) Local-Area
Network (LAN): komputer yang terhubung berada pada tempat yang
berdekatan secara gografis (misalkan satu gedung).
b) Metropolitan-Area-Network (MAN): komputer
yang terhubung antar kota (misalkan kota Jakarta dengan Gresik).
c)
C. Wide-Area Network (WAN): komputer yang terhubung secara global (misalkan Indonesia dengan
Amerika).
B.
Pengertian
IP dan Pembagian Kelas IP
Alamat
IP Address (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP Address) adalah
deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat
identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari
angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6
atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan
Internet berbasis TCP/IP. Contohnya seperti ini 127.0.0.1 atau 224.0.0.0/4 dll.
IP dan IP
Addressing
- Internet Protocol (IP) adalah protokol yang memberikan alamat atau identitas logika untuk peralatan di jaringan.
- IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP.
Tugas IP :
- Menyediakan pengiriman datagram secara connectionless.
- Menyediakan fragmentasi & reassembly yang mendukung kerja dari data link dengan menggunakan MTU.
Pembagian IP
Class :
Class A
Class A
IP address
kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk
host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah
host yang sangat besar.
Bit Pertama : 0
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Byte Pertama : 0 -127
Jumlah : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP : 16.777.214
Subnetmask : 255.0.0.0
Bit Pertama : 0
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Byte Pertama : 0 -127
Jumlah : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP : 16.777.214
Subnetmask : 255.0.0.0
Class B
IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar.
Bit Pertama : 10
Format : 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Byte Pertama : 128 -191
Jumlah : 16.384
Range IP : 128.0.x.x – 191.255.x.x
Jumlah IP : 65.532
Misalnya IP address 150.70.45.18 maka
Subnetmask =255.255.0.0
Class C
IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN.
Bit Pertama : 110
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Byte Pertama : 192 – 223
Jumlah : 16.384
Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x
Jumlah IP : 254 IP
IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar.
Bit Pertama : 10
Format : 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Byte Pertama : 128 -191
Jumlah : 16.384
Range IP : 128.0.x.x – 191.255.x.x
Jumlah IP : 65.532
Misalnya IP address 150.70.45.18 maka
Subnetmask =255.255.0.0
Class C
IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN.
Bit Pertama : 110
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Byte Pertama : 192 – 223
Jumlah : 16.384
Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x
Jumlah IP : 254 IP
C.
Pengertian
dan Konsep Routing
Untuk
menggabungkan 2 jaringan atau lebih diperlukan sebuah perangkat yang disebut sebagai
router. Router adalah komputer general purpose dengan dua atau lbih interface
jaringan (NIK) agar router bisa menerima dan meneruskan paket sesuai tugasnya. Konsep
routing, mengirim paket akan menguji tujuan dari paket, apakah tujuan IP
berada pada jaringan lokal atau tidak. Jika tidak, pengirimpaket akan meminta bantuan ke
router yang terhubung dengannya dan paket diberikan ke router untuk
diteruskan.Router bertugasuntuk menyampaikan paket data dari suatu jaringan
ke jaringan lainnya, dan routerlah yang
mengatur mekanisme pengiriman, selain itu
router juga memilih “jalan terbaik” untuk mencapai tujuan.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home